Longsor di Ambon, 8 Tewas Tertimbun

Kompas, Nusantara 2010-06-18 / Halaman 23

Ambon bulan ini lagi-lagi dilanda longsor. Bencana yang terjadi pada Rabu (16/6) malam pukul 22.30 WIT itu menyebabkan tujuh rumah di Batu Gantung Dalam RT 05 RW 03, Kelurahan Kuda Mati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku, tertimbun dan delapan penghuninya tewas seketika.

Kemarin petang jenazah korban dimakamkan di pemakaman Kebun Cengkeh, Ambon.

Tujuh korban tewas tinggal dalam satu rumah. Mereka adalah Polly Noya (56, kepala keluarga), Merry Noya (52, istri Polly), Herman Noya (14, anak), Desya Noya (7, anak), Susana Noya (29, menantu), Philip Noya (3, cucu), dan Dede Noya (9 bulan, cucu). Satu korban lainnya adalah Helatu (40) yang tinggal di sebelah rumah keluarga Noya.

Longsor juga menyebabkan lima warga luka berat ataupun ringan, yakni Simon Alfons (75), Ellen Lethulur (50), Rita Kilikili (35), Jo Kilikili (2), dan Ona Alfons (5). Mereka hingga kemarin masih dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Kuda Mati.

Kepala Dinas Sosial Kota Ambon Arsyad Namsah mengatakan, proses pencarian korban tidak mudah. Namun, warga terus bahu-membahu mencari korban hingga akhirnya tujuh jenazah keluarga Noya ditemukan seluruhnya, Kamis sekitar pukul 04.00. ”Jenazah Helatu baru ditemukan siang harinya (kemarin) pukul 13.00,” ujarnya.

Hujan deras, kata Arsyad, mengganggu proses pencarian di lokasi yang dekat dengan lereng Gunung Nona itu. ”Longsor dipicu hujan deras yang terus mengguyur Ambon dalam dua pekan terakhir. Guna mengantispasi jatuhnya korban tambahan, Pemerintah Kota Ambon mengevakuasi 40 keluarga ke rumah sekitar yang dinilai lebih aman,” ujarnya.

Arsyad mengimbau agar warga berhati-hati terhadap longsor susulan mengingat hujan deras masih akan terjadi hingga akhir Juni. ”Warga yang tinggal di tebing sebaiknya waspada karena kondisi tanah labil akibat hujan deras,” katanya.

Dalam sepekan terakhir, longsor melanda delapan daerah di Ambon, seperti Kebun Cengkeh, Skip, Karang Panjang, Belakang Soya, dan Batu Meja di Kecamatan Sirimau, serta Air Salobar dan Waihaong di Kecamatan Nusaniwe. Saat longsor melanda kawasan Kebun Cengkeh, Minggu (13/6), dua kakak-beradik, Muhammad Farid (2) dan Ryan (1), tewas tertimbun longsor.

Dari Wajo, Sulawesi Selatan, dilaporkan, kerugian akibat meluapnya Danau Tempe diperkirakan mencapai Rp 2,7 miliar. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Wajo Andi Tenriliweng mengatakan, nilai kerugian sebanyak itu merupakan dampak dari terendamnya 65.000 hektar lahan pertanian dan 2.000 rumah warga di Kecamatan Tempe serta rusaknya 2.500 hektar tanaman padi.

”Pemerintah Kabupaten Wajo berencana menambah bantuan mengingat banjir yang melanda lima kecamatan meluas. Di Laelo dan Salomenraleng, Kecamatan Tempe, banjir bahkan mencapai 3 meter,” katanya. (RIZ/APA)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: