35 Rumah Terbakar, 2 Warga Tewas di Serui

Kompas, 2010-06-17 / Halaman 1

Gempa berkekuatan 6,2-7,1 skala Richter yang mengguncang wilayah Biak, Provinsi Papua, Rabu (16/6), memicu kebakaran 35 rumah warga serta menewaskan dua orang dan menghancurkan ratusan rumah di Serui, ibu kota Kabupaten Kepulauan Yapen.

Gempa ini diperkirakan juga telah menghancurkan rumah-rumah warga di pedalaman Kepulauan Yapen yang dekat dengan pusat gempa.

Wakil Bupati Kepulauan Yapen Decky Nenepath, Rabu petang, ketika dihubungi dari Biak mengatakan, gempa yang dimulai sekitar pukul 12.00 itu sangat mengagetkan warga dan membuat trauma.

Kepala Kepolisian Resor Kepulauan Yapen Ajun Komisaris Besar Deny Edward Siregar mengatakan, dua warga tewas akibat tertimpa puing-puing bangunan rumah. Keduanya adalah Nyonya Maria (47) dan Adrian (5 bulan), warga Serui Kota, yang tengah berada dalam rumah.

Sedikitnya terjadi kebakaran di lima titik yang menghanguskan 35 rumah di sekitar Pasar Serui, belakang Masjid Agung, sekitar kompleks perkantoran, dan pertokoan. ”Diduga api timbul dari korsleting listrik atau kompor. Kami masih menyelidikinya,” ujar Deny.

Tentang jumlah kerugian materiil, Decky Nenepath mengatakan masih dalam proses penghitungan.

Laporan BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa di sekitar Biak terjadi lima kali di sebelah tenggara Biak pada kedalaman 10 kilometer (km).

Gempa pertama terjadi pukul 12.06 WIT dengan kekuatan 6,2 skala Richter arah 114 km. Gempa kedua terjadi 10 menit kemudian dengan kekuatan 7,1 skala Richter arah 123 km yang sempat dinyatakan berpotensi tsunami. Dua guncangan pertama berdampak kerusakan parah pada bangunan dan getarannya dirasakan hingga Kabupaten Nabire, Provinsi Papua, serta Teluk Wondama dan Manokwari, Provinsi Papua Barat.

Gempa ketiga terjadi pukul 12.38 WIT, dengan kekuatan 5,3 skala Richter arah 147 km Serui. Adapun gempa keempat terjadi 20 menit kemudian dengan kekuatan 6,6 skala Richter, berjarak 126 km. Tercatat pula gempa pukul 15.10 WIT, yang berkekuatan 5,0 skala Richter dan berjarak 83 km. Menurut warga, hingga Rabu malam masih terjadi gempa susulan meski berintensitas kecil.

Rata tanah

Berdasarkan laporan sementara aparat pemerintah kabupaten dan kepolisian, Distrik Ampimoi, sebelah timur Yapen, mengalami kerusakan terparah. Ratusan rumah di pinggir pantai rata dengan tanah. Adapun distrik lainnya tengah didata oleh aparat. Pendataan terkendala komunikasi dan transportasi.

Decky Nenepath menjelaskan, pihaknya menduga daerah pedalaman di pesisir pantai mengalami kerusakan lebih parah dibandingkan dengan di Serui. Karena itu, pihaknya akan melihat langsung kondisi belasan kampung di pesisir menggunakan perahu cepat, Kamis ini.

Adapun di wilayah Serui Kota, hingga semalam listrik belum menyala sejak gempa terjadi. Komunikasi telepon seluler pun terputus-putus.

Ketua Dewan Adat Serui Tomi Erari mengatakan, masyarakat masih trauma dengan peristiwa gempa yang mengagetkan itu. ”Saat ini kami masih ada di luar rumah. Malam ini kami tidur di halaman rumah, takut ada gempa lagi,” ujarnya.

Decky Nenepath menambahkan, Pemerintah Kabupaten Yapen telah mengirim bantuan makanan dan tenda bagi warga di Serui. (ich)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: