Puluhan Rumah di Poasia Terendam Banjir

Kendari Pos, Metro Kendari 2010-06-16 / Halaman 9

Puluhan rumah di dua kelurahan di Kecamatan Poasia, Kota Kendari kembali dilanda banjir, kemarin (15/6). Sekitar 30 rumah di Kelurahan Rahandouna dan 30 rumah lainnya di Kelurahan Andounohu terendam akibat air kali Anduonohu meluap. Debit air mencapai ketinggian hingga pinggang orang dewasa.

Penyebab banjir di dua kelurahan tersebut dipengaruhi  kondisi kali yang cukup sempit dan dangkal. Kali Andounohu merupakan pecahan anak sungai Wanggu yang muaranya di Lapulu. Dalam kondisi hujan yang deras di hulu, volume air akan meningkat dan daya tampung kali Andounohu tidak mampu menampung air hingga meluap ke rumah warga.

Apalagi kondisi jembatan yang di dekat Puskesmas Poasia cukup sempit. Sampah kiriman dari hulu kali terbawa di mulut jembatan hingga air meluap dan menyebabkan banjir.

Pantauan koran ini, hingga siang kemarin, sampah yang menumpuk di mulut jembatan Andounohu (dekat Puskesmas Poasia) belum dibersihkan dan volume air di kali masih cukup besar.

Beberapa warga sempat mengamankan harta mereka untuk menghindari kerusakan akibat banjir. Setelah air reda, warga kerja bakti membersihkan rumah dari lumpur dan mengangkat kembali barang-barang yang sempat diungsikan. Namun, kecemasan warga masih tetap tinggi akan terjadi banjir susulan.

Tak hanya itu, warga juga saat ini merasa kesulitan mendapatkan air bersih. Soalnya, sumur gali yang mereka buat tercemar oleh lumpur dari banjir tersebut. Warga pun terpaksa membeli air bersih untuk kebutuhan konsumsi mereka.

Salah seorang korban banjir di Kelurahan Rahandouna, Sutrisna mengatakan, kasus banjir yang melanda wilayahnya terjadi setiap tahun. Untuk tahun 2010, sudah dua kali terjadi banjir besar. Meskipun warga mengantisipasi membersihkan sampah yang terangkut air, namun banjir tak dapat terhindarkan.

“Soalnya, kali sudah mulai menyempit dan dangkal. Sebenarnya, dulu kali ini (Kali Andounohu, red) cukup dalam, tapi terkikis pinggirnya (erosi) sehingga menjadi dangkal. Kami mengharapkan perhatian pemerintah untuk menanggul pinggir kali, sehingga tidak terjadi pendangkalan yang terus menerus,” ungkap Sutrisna.

Selain itu, salah satu penyebab meluapnya air kali Andounohu, karena sempitnya jembatan yang di dekat Puskesmas Poasia. Setiap kali volume air tinggi disertai sampah yang banyak, akan tersumbat pada jembatan tersebut. Kondisi tersebut menyebabkan volume air naik dan meluap ke rumah warga. (rif)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: