Seminar Andal Capai Rp 200 Juta

Kendari Pos, Bumi Anoa 2010-06-15 / Halaman 5

Seminar analisa dampak lingkungan (Andal) menjadi satu syarat wajib yang harus dilaksanakan seluruh investor sebelum melakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi pertambangan. Di zona emas Bombana, aturan tersebut juga diberlakukan. Hanya saja, biaya pelaksananaan seminar Andal di daerah itu  membutuhkan dana lumayan besar.

Setiap investor yang akan menggelar seminar harus merogoh kocek hingga Rp 200 jutaan. Uang sebanyak itu, selain diterima  pihak konsultan penyusun dokumen Andal juga untuk Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Bombana. Besaran yang diterima instansi ini bervariasi mulai dari Rp 80 juta hingga Rp 90 juta. Konsultan PT. BP merupakan salah satu pihak yang menyepakati pemberian dana Rp 90 juta kepada kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Bombana. Dana sebesar itu diberikan pihak konsultan untuk biaya dua kali seminar yakni KA Andal serta seminar Andal RKL-RPL.

“Pertama 80 juta rupiah, tapi sekarang (saat PT BP seminar) diminta 90 juta oleh Pak Bur (Burhan, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Bombana). Meski sudah disepakati, dana 90 juta rupiah itu belum seluruhnya ditransfer ke rekening pribadi Pak Bur,” ungkap seorang konsultan PT BP. Selain PT BP, beberapa konsultan dari perusahaan emas lain ternyata juga memberikan dana puluhan juta kepada kepala kantor LH untuk biaya seminar Andal. ” Kami juga mentransferkan dana kepadanya (Bur) buat biaya seminar KA Andal dan RKL-RPL,” kata konsultan lain.

Nah jika biaya seminar yang diterima kantor LH dirata-ratakan sebesar Rp 70 juta per investor, maka sejak adanya tambang emas Bombana, kantor tersebut sudah bisa mengumpulkan dana hingga Rp 1 miliar. Sebab sampai saat ini, perusahaan emas yang melakukan kegiatan seminar baik KA Andal maupun RKL-RPL lebih dari 10 perusahaan. Sementara itu salah seorang investor emas mengungkapkan, biaya seminar yang mencapai angka hingga Rp 90 juta bukan menjadi urusannya lagi. Sebab penanam modal asal Jakarta ini hanya memberikan dana kepada konsultan selaku pihak yang menyusun dokumen Andal. ” Kami berikan sebesar 200 juta rupiah. Nanti konsultan yang berurusan dengan pihak Lingkungan hidup,” tuturnya.

Kepala Kantor Lingkungan Hidup Bombana, Burhan yang dikonfirmasi perihal itu, berkelit jika ada pembayaran biaya seminar Andal yang mencapai angka Rp 90 juta kepadanya. Sebab menurutnya, biaya seminar Andal tergantung kesepakatan dengan konsultan. Burhan juga membantah bila selama ini ”menggantung” dokumen Andal hanya karena masalah keuangan. ” Perlu diketahui, seminar itu dilaksanakan tiga kali. Pertama rapat teknis dengan tim komisi, lalu seminar KA-Andal serta  hasil. Jadi tiga kali dibahas dalam satu perusahaan,” ungkapnya. (nur)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: