RTRW Kendari Resmi Uji Publik

Kendari Pos, Metro 2010-06-15 / Halaman 10

Sebelum digodok di tingkat DPRD, tentunya Raperda  harus melalui tahap uji publik terlebih dahulu. Seperti yang dilakukan pihak Pemkot Kendari, melalui Dinas Tata Kota, Bangunan dan Pemukiman kemarin (14/6) melakukan publik uji publik terkait Raperda rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kota Kendari 2009-2029 pada salah satu restoran di Kota Kendari.

Berkenaan dengan tersedianya 30 persen ruang terbuka hijau (RTH) pada setiap daerah, sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No 38 tahun 2007, Wali Kota Kendari, Ir Asrun mengatakan RTH Kota Kendari telah melebihi 30 persen, mengingat luasan hutan kota yang mengelilingi Kota Kendari melebihi persentase tersebut.

“Meskipun demikian, kedepannya kami masih menginginkan penambahan RTH, tetapi tentunya membutukan pendanaan yang lebih karena harus membiayai pembebasan lahan.  Misalnya kawasan segitiga Tapak Kuda, yang jika ingin menjadikannya sebagai RTH perlu dianggarkan secara bertahap,” katanya.

Sementara itu dalam laporannya, Kadis Tata Kota, Perumahan dan Pemukiman Kota Kendari, Andi Adam Fatawari mengungkapkan uji publik RTRW bertujuan untuk menginformasikan dan mensosialisasikan Raperda kepada stakeholder terkait.  “Dengan demikian diharapkan tim RTRW Kota Kendari akan mendapatkan masukan, guna mengidentifikasi permasalahan tata ruang serta membantu perencanaan tata ruang Kota,” ungkapnya.

Untuk diketahui UU penataan ruang menginstruksikan kawasan yang peruntukkan sebagai RTH jika digunakan untuk pembangunan,maka harus diganti dua kali lipat.

Kota Kendari Dibagi Enam Pengembangan

Dalam pemaparannya di depan peserta hearing yang terdiri dari SKPD, lurah dan camat se-Kota Kendari, tim konsultan RTRW Kota Kendari 2009-2029, PT Dekama Sekata,  membagi Kota Kendari menjadi enam bagian wilayah kota (lihat grafis).

Sementara itu,  untuk kawasan lindung masing-masing hutan lindung yang tidak diperbolehkan untuk pengembangan kawasan budidaya meliputi kawasan hutan lindung Nipa-Nipa dan kawasan hutan lindung.  Kawasan penyangga untuk kegiatan pendukung fungsi wisata alama meliputi taman hutan raya BWK III, Kecamatan Puwatu dan Mandonga, serta Kendari dan Kendari Barat.  Kawasan perlindungan setempat untuk jalur hijau meliputi kawasan sempadan Sungai Wanggu dan Kambu serta untuk kegiatan wisata khusus hutan bakau meliputi sempadan pantai dan kawasan Teluk.  RTH meliputi taman kota, taman pemakama umum (TPU), jalur hijau, taman kelurahan serta taman kecamatan.

Dengan demikian total luas kawasan dengan peruntukkan kawasan budidaya seluas 17.831,25 hektar (57,22 persen), sedangkan kawasan lindung seluas 13.329,10 hektar (42,78 persen).  (cr6)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: