19 Ekor Penyu Kembali Dilepas

Kendari Ekspres, Sultra Ekspres 2010-06-14 / Halaman 16

Pemerintah Kebupaten Wakatobi bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) melakukan pelepasan 19 ekor penyu ke lautan perairan Wakatobiyang dipusatkan di pantai Waha Kecamatan Wangi-wangi, Sabtu (12/6), sebelumnya Balai Taman Nasional Wakatobi (BTW) melepas 20 ekor penyu.

Warga setempat ikut menyaksikan dan melibatkan diri dari kegiatan ini. Dihadiri sejumlah PNS dari semua SKPD lingkup Pemda Wakatobi dan juga organisasi masyarakat, LSM serta kelompok pecinta lingkungan.

Pihak taman nasional Wakatobi menyebutkan penyu yang dilepaskan di habitat aslinya kali ini merupakan penyu peliharaan beberapa orang warga yang diserahkan dengan suka rela. Penyu-penyu ini ditangkap secara tidak sengaja oleh nelayan saat mencari ikan.

Namun dengan alasan takut melanggar tradisi leluhur maka penyu-penyu ini dibawa dan dipelihara dikolong rumah. dalam tradisi masyarakat Bajo, jika ada biota laut yang tertangkap tidak bisa langsung dilepaskan kembali di laut tetapi harus dibawa untuk diinapkan didalam rumah. Kalau hal ini dilanggar maka selamanya tidak akan mendapatkan hasil saat laut.

Bupati Wakatobi Ir Hugua yang memimpin kegiatan pelepasan penyu ini mengatakan, penyu merupakan biota laut yang sudah langkah. Namun di wakatobi yang kaya dengan sumber daya bahari jenis hewan purba ini masih mudah didapati baik saat melaut. Terutama di beberapa kawasan seperti Rundumana dan Anano. Untuk itu ia mengajak masyarakatnya agar menjaga kelestarian penyu dengan tidak melakukan perburuan liar hewan ini. Baik untuk tujuan konsumsi maupun komersil.

“Pemerintah telah menetapkan penyu sebagai satwa langka yang dilindungi, siapa yang melanggar maka akan menanggung konsekuensi hukumnya, saya mengajak semua masyarakat agar kita Wakatobi sebagai kawasan yang nyaman bagi perkembangbiakan penyu ini”, ajaknya.

Sebelumnya Koordinator Polhut Taman Nasionhal Wakatobi La Fasa SSos pada media ini mengatakan di Indonesia saat ini status populasi langka, namun untuk wilayah Wakatobi dari hasil pemantauan tim monitoring masih ditemukan 5 titik perkembangbiakan penyu yakni edi Pulau Anano, Rumdumana, Kentiolo, Cowo-cowo dan Moromaho. Untuk Pulau Anano pada saat puncak naik bertelur masih ditemukan sekitar 50 sarang.

Namun dengan masih banyak perburuan liar penyu di kawasan Taman Nasional Wakatobi, di khawatirkan kebanggan ini tidak akan dapat dipertahankan. Pada hal upaya untuk melestarikan penyu ini pemerintah telah menetapkan UU Nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan PP nomor 7 tentang pengawasan jenis tumbuhan dan satwa dilindungi, yang menyatakan secara tegas bahwa semua jenis penyu dilarang untuk ditangkap. *RI/B/LEX

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: