2010, Produksi Gabah Ditarget 425 Ribu Ton

Kendari Pos, Ekonomi & Bisnis 2010-06-08/ Halaman 3

“Impor” beras asal Makassar yang selama ini membanjiri pasar lokal Sultra rupanya bukan karena daerah ini kekurangan produksi hasil pertanian, tapi semata-mata karena persoalan bisnis saja. Justru, produksi beras lokal memperlihatkan angka yang surplus.     Untuk bisa memproteksi pasar lokal dari serbuan beras luar daerah, Dinas Pertanian (Distan) Sultra menargetkan produksi beras tahun ini sekitar 452 ribu ton.

Angka itu juga menjadi prediksi angka tetap (atap) dari badan pusat statistik (BPS). Target ini mengalami peningkatan dibanding produksi tahun sebelumnya yakni tahun 2009 yang hanya 407 ribu ton dan tahun 2008 yang lebih kecil lagi yaitu 405 ribu ton. “Kita itu selalu surplus beras, dan tidak pernah ada kekosongan stok beras di daerah ini,” kata     Kabid Tanaman Pangan Distan Sultra, Muhammad Akbar, kemarin.

Malah, kata Akbar, saat panen tiba, beras Sultra banyak yang dibawa ke Makassar. Untuk mensuport peningkatan produksi padi tahun ini pusat melalui dana APBN maupun Pemda Sultra melalui APBD nya memberikan banyak kemudahan kepada petani. Diantaranya memberikan pupuk gratis dan bibit padi. Untuk benih dari APBN dialokasikan anggaran pada 53 ribu hektar lahan di Sultra.

Dari jumlah tersebut untuk bantuan  benih padi non hibrida diberikan pada  48 ribu hektar lahan, hibrida 2 ribu hektar lahan dan padi gogo 3 ribu hektar lahan. Lalu untuk pupuk APBN juga dianggarkan pada 24 ribu hektar lahan. Kemudian angaran bantuan dari APBD melalui program Bahteramas untuk padi diberikan pada 25 ribu hektar lahan dan pupuk pada 10 ribu hektar lahan.

Subsidi, baik benih maupun pupuk itu akan dibagikan secara bertahap. Kalau benih sebagian sudah dibagikan pada petani pada Mei lalu, dan sudah disebarkan, karena bulan ini akan ditanam. Dari seluruh subsidi benih, 40 persen dialokasikan di Konawe. Demikian halnya untuk subsidi pupuk sampai saat ini belum dicairkan karena akan dibagikan pada musim pemupukan nanti.

Menurut Akbar, jika saat ini masih ada petani yang mengeluhkan susahnya mencari pupuk, bukan pupuknya yang tidak ada, namun sistem penyaluran yang berubah. “Coba ke PT Kaltim selaku distributor pupuk, pasti pupuk cukup tersedia. Kalau di daerah-daerah masih ada yang mengaku kekurangan, itu karena saat ini menggunakan sistem RDKK (registrasi sebelum penanaman dilakukan melalui PPL setempat). Sehingga pupuk subsidi tidak bisa dijual bebas tiba masa langsung di beli, karena pupuk merupakan produk subsidi dan penggunaannya harus jelas,” pungkasnya.(lis)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: