Rumput Laut Menunjang Ekowisata Wakatobi

Media Sultra, Lingkungan 2010-06-10 / Halaman 5

Oleh : Asep Firmansyah

Nama Darawa tak asing bagi para pembeli rumput laut di Sultra, utamanya pembeli dari Buton. Sebuah desa penghasil rumput laut terbaik di Sultra yang berada di ujung kepulauan Kaledupa, Kecamatan Kaledupa, Kabupaten Wakatobi.

Hampir sembilan puluh lima persen penduduknya menggantungkan hidup pada budidaya rumput laut sebagai usaha mata pencaharian sehari-hari. Tanahnya gersang, berbatu. tak ada tumbuhan palawija yang bisa hidup di desa ini.

Penduduk setempat banyak mendatangkan bahan makanan dari Wanci, Ibukota Kabupaten Wakatobi. Maka tak heran, bila mereka lebih memilih merantau ke luar daerah lain untuk mencari nafkah ketimbang berdiam diri di desa itu. Kebanyakan daerah tujuan mereka adalah Ambon, Papua hingga Malaysia atau Singapur. Namun sejak penduduk setempat mengenal budidaya rumput laut, ramai-ramai para perantau tersebut kembali dan mulai bertani rumput laut.

Untuk sampai ke desa itu, dengan menggunakan perahu motor selama kurang lebih setengah jam dari Kecamatan Kaledupa Selatan. dalam perjalanan menuju darawa, sejauh mata memandang nampak terlihat lokasi-lokasi tempat budidaya rumput laut yang terhampar mulai dari seklat Kaledupa hingga pesisir perairan Laut Flores.

Masyarakat desa Darawa mulai mengembangkan rumput laut mulai tahun 2000-an. Budidaya ini dikembangkan oleh beberapa orang penduduk setempat yang pulang dari merantau dari Ambon. Dengan pengalaman yang mereka miliki, mereka mulai merintis usaha budidaya tersebut secara perlahan, hingga kini hampir seluruh warga desa itu memiliki areal tanam rumput laut sendiri-sendiri.

Samsudin (40) misalnya. Pria yang sudah bertahun-tahun lamanya menggantungkan hidupnya dengan cara merantau, kini memilih hidup menetap dan menekuni budidaya rumput laut di kampungnya ketimbang kembali ke daerah perantauan karena tergiur keuntungan tetangganya yang mampu menghasilkan rupiah lebih besar dari hasil jerih payah selama diperantauan.

Dengan modal tiga juta rupiah, kini syamsudin menikmati hasil panen rumput lautnya sekitar lima juta hingga sembilan juta rupiah per setiap kali panen. “Baru satu tahun saya melakukan budidaya rumput laut, sebelumnya saya merantau di Singapura, ketika datang di Darawa saya melihat warga di desa berhasil mengembangkan rumput laut, sebelumnya saya merantau di Singapura, ketika datang di Darawa saya melihat warga di desa berhasil mengembangkan rumput lautnya. Dengan melihat keberhasilan mereka, saya memutuskan untuk ikut membudidayakan rumput laut sebagai untuk menunjang perekonomian keluarga”, ungkapnya.

Selain itu, di Desa Darawa juga terdapat sebuah kelompok pembudidaya rumput laut. Anggotanya menemakan diri sebagai Kelompok Petani Rumput Laut Derawa, Desa Darawa. Mereka terdiri dari enam puluh dua kepala keluarga (KK), yang semuanya adalah petani rumput laut.

Namun semua keberhasilan tersebut tak akan bertahan lama bila kondisi perairan Wakatobi tak lagi potensial. La Jumani, Ketua kelompok Derawa mengatakan, keberhasilan budidaya rumput laut tergantung dari masyarakat yang berada di sekitar lokasi pembudidayaan untuk selalu menjaga dan melestarikan lautnya.

Dengan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga lautnya, kini masyarakat dalam mencari ikan tak lagi menggunakan tuba (sejenis larutan untuk racun ikan) apalagi sampai sampai menggunakan bom ikan yang dapat mencemarkan sampai mengakibatkan efek samping terhadap rumput laut. “Dampak tuba dapat mencapai 10 meter dari titik utama yang di sebar, apabila tuba ini terkena rumput laut maka akan menyebabkan kerusakan”, kata pria yang juga mantan perantau asal Malaysia ini.

Veda santiaji, Project Leader Joint Program TNC-WWF untuk Wakatobi, menilai, usaha budidaya rumput laut tak akan berhasil jika warga dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam dengan cara-cara dustruktif, merusak. Misalnya menangkap ikan dengan menggunakan bom atau menambang karang disekitar lokasi budidaya. “Ini tak akan mendukung hasil budidaya rumput laut dengan baik”, kata Veda. Olehnya itu kami dari WWF mengajak kepada para petani agar menjadi ekosistem yang dapat menjaga laut”, lanjutnya.

Budidaya rumput laut juga disisi lain bisa dijadikan ekowisata, mengingat rumput laut bisa dijadikan nilai produsi yang dapat dijadikan buah tangan sebagai oleh-oleh lokal. Veda mencontohkan, meski potensi pariwisata pulau Bali sudah sangat maju, namun warga dan pemerintah setempat melihat sektor perikanan dan kelautannya tak bisa disisihkan karena keduanya menjadi salah satu penopang hidup masyarakatnya.

Dia mengingatkan pemerintah daerah, bahwa penghasil asli saerah (PAD) terbesar berasal dari sektor pertanian. Padahal daratannya hanya tiga persen dibandingkan dengan luasnya. “Jika potensi kelautannya dikelola secara optimal melalui penyandingan sector kelautan antara budidaya rumput laut dengan pariwisata”, ungkapnya.

Bupati Wakatobi, Hugua, mengatakan Pemda sangat menaruh perhatian kepada sector pertanian dan kelautan serta pariwisata, karena sector tersebut memiliki potensi yang cukup besar terhadap PDRB Wakatobi. “Olehnya itu kita bangun bandara agar para investor tertarik untuk datang ke Wakatobi, kita juga kan menyediakan listrik dan air bersih sebagai penunjang sarana dan prasarana”, kata Hugua.

Hugua menambahkan, potensi kalutan Wakatobi sebetulnya yang bisa dijual ada dua sektor, yakni perikana kelautan dan pariwisata. Keduanya ini harus berjalan dan saling melengkapi untuk menunjang ekowisata yang ada di wakatobi.***

Advertisements

One Response

  1. Berikan dukungan modal utk nelayan budidaya rumput laut darawa agar tingkat kesejahteraannya meningkat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: