Turun, Kualitas Rumput Laut

Kendari Pos, Edukasi 2010-06-07 / Halaman 14

Perairan Sultra dikenal dengan potensi rumput laut yang sangat baik. Kandungan karagenan rumput laut di daerah ini cukup tinggi yang dibutuhkan  pasar luar negeri. Hanya  kendala  rumput laut di Indonesia, khususnya di Bumi Anoa telah mengalami penurunan produksi dan kualitas.

Berangkat dari persoalan tersebut, Ma’ruf Kasim, PhD, Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unhalu, melakukan penelitian yang didukung Dikti Kementerian Pendidikan Nasional dan Pemkot Bau-Bau secara berkelanjutan. Hasil penelitian diketahui  penyebab utama penurunan produksi karena  dibarengi penurunan kadar karagenan khususnya genus Euchema sp yang paling banyak dibudidayakan di perairan  pantai kawasan Timur Indonesia, termasuk di perairan Sultra.

Dijelaskan, rumput laut yang sudah  tua umumnya memiliki pertumbuhan yang cenderung lambat dan  akan berdampak pada kwantitas karagenan. Indikasi dari tuanya umur  rumput laut  di daerah budidaya adalah pola pembudidayaan yang masing mengandalkan bibit stek (vegetative).

Padahal bibit stek yang tersedia juga diperolah dari hasil pembesaran bibit stek pada daerah lain. Ini menggambarkan adanya pembiakan budidaya dengan bibit yang telah tua tanpa adanya upaya peremajaan melalui perkembangan generatif.

“Bibit awal yang ada di Sultra didatangkan dari Philipina oleh beberapa pengusaha rumput laut yang mulai menanamkan modalnya di Sultra.  Awal perkembangan dengan bibit yang berasal dari Philipina cukup baik dengan kadar karagenan mencapai 35 persen dan tentu dengan nilai jual yang sangat baik,” katanya.

Belakangan ini kata dia, terlihat ada indikasi penurunan kualitas dan kuantitas karagenan sejak tahun 2005 dengan rata-rata konsentarsi karagenan sekitar 20 – 24 persen. Diakui pula masih ada sebagian  lokasi daerah yang masih tetap berkisar antara 30 persen.

Dikatakan, penurunan kadar karagenan ini, menurut alumnus doktor di salah satu perguruan tinggi ternama di Jepang ini, sangat berkaitan dengan sumber bibit rumput laut yang terus mengadalkan pola vegetatif. Penurunan  juga berdampak pada penurunan produksi rumput laut kelompok masyarakat Pantai Lakeba yang kebanyakan hasil mereka berkurang dengan adanya berbagai macam masalah. Memang faktor ini bukan satu-satunya permasalahan, selain kualitas kadar  juga banyaknya hama penggangu yang menyerang.

“Dari hasil penelitian  kami sebelumnya,  diperoleh hasil bibit dengan pola generatif yang sampai saat ini telah dikembangkan menjadi bibit yang unggul dalam skala kecil (pemeliharaan aquarium).  Hasilnya belum sepenuhnya dapat diterapkan  masyarakat karena belum dikelola secara massal,” katanya.

Untuk  menindaklanjuti  penelitian tersebut, Ma’ruf melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang didanai dikti,  khususnya di Perairan Pantai Lakeba Kota Bau-Bau. Walaupun  dalam skala yang sangat kecil dan menggunakan sampel hasil penelitian tahun lalu yang tersisa juga sangat sedikit, Setidaknya diharap dapat menjadi pembelajaran yang berharga bagi masyarakat bahwa ada upaya yang sangat baik untuk memulihkan regenerasi rumput laut. Ada upaya yang telah berhasil dilakukan untuk meremajakan rumput laut yang juga sebenarnya dengan teknologi yang cukup sederhana dapat dikembangkan  masyarakat.

Dijelaskan,  dengan menggunakan kurungan dasar yang terbuat dari bambu dengan desain yang sangat sederhana, diharapkan masyarakat dapat mengikuti dan mereplikasi  sebagai salah satu upaya pembibitan yang ideal.  Sangat disadari bahwa hasil penelitian yang pernah dilakukan diharapkan dapat dikembangkan  masyarakat.

Ada yang menarik dari kegiatan pengabdian ini adalah mengenalkan kepada masyarakat mengenai teknik budidaya sederhana dengan menggunakan kurungan yang dapat menghindarkan bibit rumput laut dari serangan predator. Mengingat dari hasil peneltian yang dilakukan didapatkan bahwa terdapat kehilangan produksi sebesar 40 persen akibat serangan predator seperti ikan Siganus sp dan predator lainnya.

“Untuk itu dengan pemeliharaan metode kurungan kehilangan ini dapat diminimalisir. Tentunya metode ini hanya sangat baik pada kondisi topografi yang landai. Untuk perairan yang dalam kita dapat menggunakan metode lainnya yang pada dasarnya melindungi rumput laut dari serangan predator,” ujarnya.

Ditambahkan, dengan geliat harga rumput laut saat ini yang lumayan baik,  dapat mengembalikan kepercayaan diri masyarakat pesisir untuk membudidayakan  dengan baik dan benar . Dengan demikian mereka dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga. (emi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: