Pembebasan Lahan Jembatan Teluk Rp 30 M

Kendari Ekspres, 2010-06-07 / Halaman 1

Pemerintahan gubernur Nur Alam dan wakilnya Saleh Lasata optimis dapat menyelesqikan mega proyek jembatan Teluk Kendari atau jembatan Bahteramas di akhir periodenya.

“Dana sudah ada, baik anggaran untuk pembuatan jembatan maupun dana pembebasan lahan masyarakat”, kata Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam, belum lama ini.

Dana pembebasan lahan diprediksi mencapai Rp 30 miliar. Anggaran ini diambil dari APBD Sulawesi Tenggara dan dana sharing dengan pemerintah Kota Kendari. Untuk tahun ini, Pemprov menyediakan Rp 11 miliar dana sisanya akan diusulkan melalui perubahan anggaran dan pengusulan APBD tahun 2011 mendatang.

“Untuk memuluskan pembangunan jembatan ini, kami harap dukungan dari masyarakat. Proyek ini merupakan kepentingan bersama, untuk kemajuan perekonomian daerah”, kata Nur Alam.

Nur Alam juga mengklaim warga pecinaan dan sekitarnya, Kota Lama, telah memberikan restu dan mengizinkan tanahnya untuk pendirian jembatan Teluk Kendari. Dukungan yang diharapkan dapat menarik kerelaan warga lainnya. Khususnya di Lapulu, Kecamatan Abeli.

“Jembatan  ini investasinya jangka panjang, bukan setelah dibangun langsung mengahasilkan manfaat yang begitu besar”, kata Nur Alam.

Ketua DPRD Sulawesi Tenggara, Sutan H mengatakan, medukung megaproyek tersebut. Lembaga legislatif memberikan restu melalui persetujuan anggaran saat pembahasan APBD.

“Persetujuan di berikan tanpa mengabaikan kepentingan kegiatan atau pembangunan lain. Khususnya yang menyangkut kepentingan masyarakat atau orang banyak”, kata Sutan.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sulawesi Tenggara, Dody jalante. Dana pembebasan tanah cukup besar untuk lahan seluas 20.021 meter persegi. Kurang lebih 107 kepala keluarga yang terkena. Terdiri dari 91 orang pemilik tanah di Kecamatan Kendari dan 16 orang di Kecamatan Abeli.

“Ganti rugi yang diberikan sesuai NJOP (nilai jual objek pajak)”, kata Dody Jalante.

Belum lagi, lahan-lahan di sekitar jalan yang akan dilakukan pelebaran jalan. Dari Kota Kendari hingga Kecamatan Konda, Konawe Selatan.

Soal tancangan kekokohan jembatan Teluk Kendari, Dody Jalante menyatakan, tidak ada keraguan. Jembatan dirancang untuk menghindari bahaya getaran angin yang cukup tinggi, yakni 35 meter/detik. Terhindar dari bahaya osilasi dan torsi. Jembatan berguncang naik turun dan terpuntir.

“Perbaikan perencanaan, yakni dialakukan penambahan pelat jembatan 20 persen akan segera diselesaikan, untuk dikirim kembali ke uji laboratorium. Jika sukses maka tahun mendatang jembatan mulai dibangun”, kata Dody Jalante. *CUK/DUL

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: