Jakarta Bagian Selatan Lumpuh

Kompas, 2010-06-06 / Halaman 1

Sebagian ruas jalan di Jakarta bagian selatan sepanjang Sabtu (5/6) siang hingga sore macet panjang. Kondisi ini merupakan dampak dari banjir yang terjadi di ruas Jakarta Lingkar Luar atau JORR Ulujami, tepatnya di Kilometer 03+200 Jalan Tol Bumi Serpong Damai Tangerang-Bintaro (Pondok Aren) dan sebaliknya selama lebih dari 11 jam.

Sejak Sabtu sekitar pukul 05.00, air setinggi 30-90 sentimeter menggenangi jalan tol penghubung Jakarta dan Serpong, Kota Tangerang Selatan, sepanjang sekitar 300 meter. Hanya kendaraan seperti bus dan truk yang diizinkan lewat. Namun, tak semua truk berani melewati banjir setinggi pinggang orang dewasa itu sehingga mereka terjebak selama berjam-jam di jalan tol.

Faruk, kenek truk, menyatakan, sejak pukul 10.00, ia hanya bisa menunggu di atas truk yang semula akan ke Tangerang. Ia dan sopirnya berangkat pagi-pagi dari Depok ke Banten melewati Tangerang untuk mengambil muatan.

Pihak Jasa Marga yang mengelola tol itu berupaya menyedot air dan membuat sudetan di atas gorong-gorong di sisi tol dekat jembatan Tol Pondok Ranji. Upaya itu berhasil mempercepat aliran air ke Sungai Pesanggrahan sehingga sekitar pukul 17.50 banjir sudah surut. Semua kendaraan bisa kembali menggunakan jalan tersebut.

Sebelumnya, pada Sabtu siang kondisi banjir mengakibatkan banyak pengendara mobil tak bisa menembus air di jalan tol tersebut. Kepala Induk Tol Polisi Jalan Raya (PJR) Bumi Serpong Damai (BSD) Ajun Komisaris Wawan Sunarwirawan mengalihkan arus kendaraan untuk sementara waktu.

Kendaraan dari arah Serpong keluar dari Km 01 dan 01+100 Tol Bintaro masuk kawasan Bintaro- Jalan Veteran dan masuk kembali ke jalan tol menuju Pondok Indah dan seterusnya. Sebaliknya, kendaraan dari arah Jakarta diarahkan melalui Jalan Veteran- Pondok Pinang-Pondok Indah- Bintaro.

”Pengalihan arus ini sudah dikoordinasikan dengan Jasa Marga, PJR Metropolitan, Polsek Serpong, Pondok Aren, dan Ciputat,” ujar Wawan.

Akibat pengalihan itu, seluruh jalan sekitar Tol Ulujami macet parah. Bahkan, kawasan yang macet, antara lain, seluruh Bintaro, Pondok Aren, Pondok Ranji, Pondok Betung, Ciputat, dan Pamulang di Kota Tangerang Selatan. Sejumlah kawasan di Jakarta Selatan, seperti Rempoa, Tanah Kusir, hingga kawasan Pondok Indah, Cipulir, dan Ulujami terkena imbasnya.

Amat padatnya arus kendaraan membuat Sony, petugas pengantar makanan Restoran McDonald’s, harus berputar-putar mencari jalan pulang ke tempatnya bekerja di Rempoa. ”Berangkat macet, pulang malah lebih parah. Sudah coba cari jalan pintas tetap tak bisa menembus,” tutur Sony yang ditemui sedang beristirahat di atas sepeda motornya di Pondok Ranji.

Tak kalah menderitanya warga Pamulang, Tangerang Selatan, yang menuju Palmerah, Jakarta Selatan, yang berjarak sekitar hanya 23 kilometer, harus ditempuh antara 4,5 jam dan 6 jam.

Tak ada pemberitahuan

Sejumlah pengendara mobil yang terjebak lebih dari dua jam di ruas Tol Bintaro (Pondok Aren) menyesalkan tindakan Jasa Marga selaku pengelola tol tersebut. ”Mereka tak memberi tahu bila kondisi tol sedang banjir dan tak bisa dilalui kendaraan kecil,” kata Ida, warga Rempoa, yang akan pergi ke rumah saudaranya di perumahan BSD.

Saat memasuki pintu Sektor 3 Bintaro, ia hanya melihat sebuah rambu plastik warna putih dan oranye yang biasa digunakan untuk rambu pembatas terpasang di tengah jalan.

Tidak ada pengumuman apa pun di sana sehingga pengendara mobil yang tidak mengetahui kondisi jalan tol langsung masuk tol seperti biasa. Sebuah pengumuman yang ditulis di karton dan kayu dipasang di pintu tol keluar di Sektor 3 Bintaro yang menyatakan, kendaraan menuju Jakarta diminta melewati pintu itu.

Menurut Ida, baru sekitar 1,5 kilometer masuk tol, perjalanannya terhenti di belakang mobil lain yang sebelumnya sudah berhenti di sana.

Antrean kendaraan yang mencapai lebih dari 1 kilometer menjadi tontonan warga Pondok Betung, Kota Tangerang Selatan, yang tinggal di sisi tol tersebut.

Berdasarkan pengamatan Kompas di saluran air sisi kiri Tol Serpong ke Jakarta, tampak banyak sampah baik berupa potongan rumput atau pohon maupun kayu-kayu. Jasa Marga mengerahkan petugas kebersihan yang terus membersihkan gorong-gorong untuk melancarkan arus air. Para petugas lelaki itu dari pagi

membawa alat seperti ember dan semacam garpu ukuran besar untuk menjaring sampah.

Sebuah alat berat juga dikerahkan untuk mengeruk saluran yang penuh dengan sampah dan membuat saluran cadangan (sudetan) baru.

Jasa Marga selidiki

Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk Frans S Sunito secara terpisah mengatakan, Jasa Marga segera menginvestigasi genangan air di ruas JORR Ulujami itu agar peristiwa serupa tidak terulang.

”Bersama-sama dengan pemerintah daerah, Jasa Marga akan menyelidiki penyebabnya,” kata Frans. Dia mengatakan, banjir pernah terjadi di kawasan itu, tetapi tidak pernah menggenangi tol separah sekarang.

Frans menegaskan, banjir di ruas itu tidak disebabkan oleh operasional tol. ”Jadi, kami tak berpikir untuk segera meninggikan jalan tol karena saya memprediksi ada masalah dengan lingkungan sekitar. Maka, itu dulu yang dibenahi,” katanya.

Menurut Frans, fokus Jasa Marga adalah mencoba menyurutkan air secepat mungkin.(NUT/PIN/RYO/TRI)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: