Sekitar 30 persen tembakau

Kompas, Nusantara 2010-06-03 / Halaman 23

Sekitar 30 persen dari 10.613 hektar tanaman tembakau di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, membusuk dan mati. Setiap hektar umumnya berisi 16.000-17.000 batang tanaman tembakau. Hal ini terjadi akibat tingginya intensitas hujan sejak April hingga sekarang.

Kepala Seksi Produksi Perkebunan Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kabu- paten Temanggung Suwignyo mengatakan, kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak buruk pada hasil panen tembakau tahun ini.

”Membusuknya tanaman akan menyebabkan populasi tanaman tembakau berkurang sehingga nantinya produksi panen tidak mampu mencapai hasil maksimal,” kata Suwignyo hari Rabu (2/6).

Petani telah berupaya mengganti tanaman yang busuk dengan bibit tanaman baru. Namun, penggantian bibit tidak bisa optimal. Selain karena keterbatasan bibit, petani enggan menanam kembali karena tanaman baru dikhawatirkan tidak cukup umur untuk dipanen pada musim panen raya tembakau bulan Agustus mendatang.

Suwignyo mengatakan, busuknya tanaman tembakau kali ini lebih parah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2009, luasan tanaman tembakau yang busuk hanya 10 persen dari total areal seluas 13.000 hektar.

Luasan berkurang

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Tengah Nomor 520/06405 tertanggal 26 April 2010, rencana tanam tembakau di Kabupaten Temanggung ditetapkan 10.900 hektar. Hal itu berkurang dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 11.750 hektar. Dari luasan tersebut, produksi tembakau diharapkan mencapai 4.360 ton, dengan produktivitas lahan 0,40 ton per hektar.

Giyarto, salah seorang petani di Desa Campursari, Kecamatan Bulu, mengatakan, dari 4.000 batang tanaman miliknya, sekitar 1.000 batang tanaman membusuk pada bagian akar dan batang. Dengan kondisi tersebut, ia terpaksa mengganti tanaman busuk itu dengan bibit tanaman baru.

”Untuk bulan Mei saja, saya sudah tiga kali menanam bibit tanaman baru untuk menggantikan tanaman tembakau yang busuk,” ujar Giyarto.

Hal serupa diungkapkan petani lain, Suroso. Dari 8.000 tanaman tembakau yang sudah ditanam, sekitar 2.000 batang tanaman busuk.

Dampak terburuk bagi tanaman tembakau, menurut Suroso, terjadi jika hujan turun malam hari. ”Saat tersiram hujan malam hari, tanaman ibarat tersiram air panas sehingga langsung layu, membusuk, dan mati,” katanya. (EGI)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: