Tampilkan Seni Lingkungan Hidup

Kompas, Nusantara 2010-06-02 / Halaman 23

Seni dan upacara adat sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan hidup akan ditampilkan dalam Pesta Kesenian Bali XXXII, 12 Juni-10 Juli 2010. Sedikitnya sembilan grup kesenian dari tujuh negara dan 20 grup yang mewakili 33 provinsi di Tanah Air akan ambil bagian.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali IB Sedawa kepada wartawan di Denpasar, Selasa (1/6), menyatakan, aneka kesenian dan upacara adat maupun keagamaan sebagai pengejawantahan pelestarian lingkungan hidup masih terus hidup di masyarakat Bali.

”Banyak upacara yang diaktualisasikan dalam tari dan olah gerak yang tetap hidup dalam keseharian masyarakat Bali. Ini bagus untuk ditampilkan karena selaras dengan visi Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan slogan Bali Clean and Green,” kata Sedawa.

Acara Pesta Kesenian Bali (PKB) XXXII rencananya akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Acara pembukaan akan ditandai dengan pawai dan penancapan kayonan (gunungan wayang) oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan peniupan 30 sungu (alat musik tiup dari rumah kerang) dan musik tradisional Bali, bleganjur.

Tujuh negara yang ikut dalam PKB adalah Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, India, Swedia, Canada, dan Belgia. Adapun daerah yang akan tampil antara lain Yogyakarta, Gorontalo, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Sulawesi Barat.

Upaya pelestarian lingkungan hidup juga banyak diwujudkan dalam kesenian mesantian (berkidung) serta perpaduan puisi dan musik tradisional. Menurut Sedawa, hal itu akan ditampilkan dalam enam materi pokok PKB XXXII, yakni pawai, lomba dan gerak, pergelaran, sarasehan, pameran, serta dokumentasi acara.

Kepala Dinas Pariwisata Bali IB Subhiksu menyatakan, PKB penting sebagai pendorong kepariwisataan Bali yang mengedepankan adat istiadat dan kebudayaan di samping keindahan alam. Menurut survei Dinas Pariwisata Bali, 67 persen dari wisatawan mancanegara datang ke Bali untuk melihat seni dan adat istiadat masyarakat Bali.

”Tugas kami adalah mendukung kegiatan ini. Kami siap menyebar brosur ke para pemangku kepentingan pariwisata Bali, seperti di Bandara Ngurah Rai, hotel-hotel, maupun kantor konsulat yang ada di Bali,” kata Subhiksu.

Terkait penyelenggaraan, Sedawa memastikan, mulai tahun ini pihaknya tidak mengizinkan para pengasong menjajakan dagangan di arena pertunjukan di Taman Budaya Denpasar. Dari hasil evaluasi, keberadaan mereka mengganggu konsentrasi pengunjung dan wisatawan dalam menikmati aneka pertunjukan PKB. Para pedagang asongan akan diberi tempat khusus berjualan di sekitar arena pameran. (BEN)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: