Sektor Pertanian dan Perikanan Konsel Sangat Potensial

Kendari Pos, Lingkungan 2010-05-01 / Halaman 6

Potensi pertanian dan perikanan Konawe Selatan (Konsel) ternyata cukup menjanjikan, pasalnya Kabupaten yang mekar dari Konawe pada 2003 lalu saat ini tetap berupaya menggenjot sektor penyumbang PAD terbesar di Konsel. Sayangnya pemerintah daerah (Pemda) belum memfasilitasi petani dan nelayan dengan pihak perbankan, sehingga saat ini petani dan nelayan hanya mengandalkan bentuan dari pemerintah pusat dan daerah, padahal jika pemda setempat telah memfasilitasi mereka agar mudah mengakses kredit di perbankan, tidak menutup kemungkinan mereka akan lebih mandiri dalam mengembankan usahanya. “Sekitar 70 persen warga kami berpotensi sebagai nelayan, dengan komoditas utama rumput laut, hanya saja bantuan yang diberikan belum memenuhi semua kebutuhan nelayan. Pasalnya bantuan yang diberikan hanya berupa tali dan pelampung saja, padahal masyarakat juga sangat membutuhkan bantuan modal agar dapat mengembangkan usahanya”, terang Kepala Desa (Kades) Rumba-rumba Kecematan Kolono.

Sementara nelayan rumput laut Desa Rumba-rumba, Arfah mengungkapkan penghasilannya sebagai nelayan cukup meningkat semenjak mencoba usaha bedidaya rumput laut pada 2009 lalu. Hanya saja dirinya mengaku masih membutuhkan penyuluhan atau pelatihan pengelohan hasil perikanan, karena selama ini hanya memperoleh pelatihan budidaya. Padahal cara membudi yang baik telah diperolehnya dari rekannya yang lebih dulu terjun sebagai pembudidaya rumput laut. “Untuk meningkatkan penghasilan keluarga. Hanya saja kami sering dihadapkan pada permasalahan penyakit rumput laut setiap bulan September, selain itu cara pengolahan rumpu laut selain penjemuran belum kami ketahui”, ungkap pria berusia 31 tahun ini.

Menanggapi keluhan ditingkat nelayan tersebut, Kabid Budidaya Dinas Perikanan dan Kelautan Konsel, Arsunirman mengakui pihaknya baru telah memberikan bentuan bibit, para-para tempat penjemuran, tali, pelampung, dan terpal kepada nelayan. Dan belum memfasilitasi bantuan kredit perbankan. Padahal sumbangan sektor perikanan, khususnya budidaya rumput laut di 2010 cukup basah, dengan lokasi budidaya pada semua daerah pesisir di Konsel, meliputi Kecamatan Tinanggea berikan bantuan PNPM-KP dari pemerintah pusat secara bertahap , khususnya untuk bidang budidaya. Sehubungan dengan akses kredit di bank, hanya saja takut akan agunan yang akan yang akan diminta”, kata Arsunirman.

Ketika wartawan Jounalist trip (JT) lingkungan memberikan solusi akan pentingnya ketanggapan Pemda dalam menydiakan sarana penunjang, guna menyakinkan pihak perbankan untuk meminjammkan modalnya kepada para nelayan , dirinya sangat setuju. “Kedepannya kami berencana untuk melakukan hal serupa, seperti yang telah lebi9h dahulu dilakukan NGO lingkungan di Kabupaten Wakatobi, yang ternyata ditanggapi serius oleh Pemkab Wakatobi guna memfasilitasi nelayan dengan pihak perbankan. Tentunya untuk semakin meyakinkan pihak perbankan, kami pun harus terlebih dahulu menginventarisir jumlah total produksi rumput laut Konsel sehingga perbankan dapat yakin dana yang diberikan kepada nelayan akan dapat dikembalikan sesuai dengan MoU yang disetujui”, lanjut lelaki bertubuh semampai yang mengaku baru beberapa bulan menjabat sebagai Kabib budidaya ini.

Saat ditanya tentang koordinasi dengan pihak Bappeda, sehubungan dengan efek pertambangan tehadap sektor pertambangan yang notabenenya merupakan sektor andalan Konsel, dirinya mengatakan pertambangan tentunya sangat mempengaruhi budidaya jika berhubungan langsung dengan laut. “Misalnya saja dengan sektor perikanan yang berada di Kecamatan Kolono dan Torobulu, tetapi karena tupoksi instansi kami bukan mengkaji tentang hal itu. Pasalnya terdapat instansi Bappeda sebagai instansi perencana dan lingkungan hidup sebagai pemberi izin kelayakan, maka kami hanya sebatas memberikan masukan saja, serta merespon kebijakan yang akan diambil tersebut, “ pungkasnya.

Setali tiga uang dengan sektor perikanan, sektor unggulan pertanian pun tampaknya mengalami hal serupa, khususnya keterbatasan petani dalam mengakses perkreditan di bank. Karena belum adanya medeiasi dan fasilitasi instansi terkait. Padahal hampir semua kecamatan di Konsel berpotensi disektor pertanian. Yang mana Konsel terdiri dari 22 Kecamatan dan 340 desa/kelurahan. Komositi unggulan di sektor pertanian terdiri dari tanaman pangan meliputi 31.000 hekter sawah, namun fungsional baru 20.000 hekter. Begitu pula untuk tanaman palawija, jagung dan kedele juga potensi besar dalam mendukung program ketahanan pangan. Disektor perkebunan terdapat potensi kakao seluas kurang lebih 35.000 hekter, yang tersebar hampir disemua kecamatan, begitu pula dengan perkebunan lada, jambu mete, dan kopi.

Selain itu di sektor peternakan terdapat potensi sapi Bali sebanyak 67.000 ekor, salain kambing dan unggas yang juga tersebar di seluruh kecamatan. “Besarnya potensi pertanian Konsel membuat terget total PAD tahun ini untuk Distan Konsel meningkat dari tahun sebelumnya yaitu dari Rp 427 juta di tahun 2009 lalu, menjadi Rp 500 juta di tahun 2010 ini. Meskipun di tahun 2009 lalu pencapaian target hanya Rp 130 juta, akibat kendala terserangnya penyakit beberapa komoditi perkebunan, misalnya lada dan mete”, jelas Sekretaris Dinas (Sekdis) Distan Konsel.

Kabid tanaman pangan dan hortikultura Distan Konsel, Mustari menambahkan sehubungan dengan upaya produksi di bidang pangan misalnya mediasi pemberian modal usaha dari bank, diakui pihaknya belum dilakukan secara optimal. Pasalnya pihaknya baru sebatas mengoptimalkan pemanfaatan langsung dari pemerintah pusat dan daerah. Misalnya pemenfaatan pupuk bersubsidi , yang terbukti dapat meningkatkan produksi padi dari tiga ton menjadi empat ton. “Tahun ini kitra dibantu dari pusat, yaitu bantuan langsung benih unggul (BLBU) sebanyak 200 hekter dengan setiap hekter diberi bantuan 25 kg benih pemberian banruan duberikan dalam wadah kelompok, dengan setiap kelompok memiliki luas 25/50 hekter, hasilnya pada April ini telah kami lakukan pembinaan dengan statistik, serta memperolrh hasil 6,7 ton per hekter, “ tambah Mustari.

Dirinya pun mengungkapkan peningkatan produksi petani tidak terlepas dari penelitian oleh petani melalui sekolah lapang, berupa bantuan laboratorium lapangan (LL) setiap satu hekter. “Metode LL ini terbukti cukup efektif meningkatkan padi sawah, pasalnya petani dapat menemukan sendiri teknologinya dan otomatis akan tersimpan lama dibenak mereka. Karena mereka sendiri yang mengalaminya, sekaligus menjadi bahan penelitian mereka”, ungkapnya.

Sehubungan dengan masalah irigasi, Kabib pengelolaan lahan dan air (PLA) Distan Konsel Nana Sudarna menjelaskan mendukung produktifitas pertanian, yang untuk Kabupaten Konsel telah mendapatkan bantuan dari pusat, yaitu dana tugas perdana (TP) berupa perluasan areal sawah seluas 100 ha dengan rincian Kecamatan Kolono 25 ha, Lalembu 50 ha, dan Angata 25 ha. Disamping perluasan area kakao seluas 200 ha dan jeruk 50 ha, serta pengembangan jalan produksi sepanjang 5 km. “Selain itu terdapat pula dana alokasi khusus (DAK) berupa pembangunan jalan produksi dan usaha tani masing-masing sepanjang 10 km, serta rencana pengusulan sertifikasi untuk tahun 2011 nanti, dengan terlebihy dahulu mendata calon pertani dan calon lahan” jelasnya.

Mengenai kemunkinan adanya dampak pertambangan terhadap pertanian, Nana pun berharap agar areal yang akan dijadikan lokasi pertambangan hendaknya merupakan areal marginal, dan tidak ditumbuhi tanaman ekonomis pertanian. “Karena itu hendaknya area yang subur dapat diinventarisasi, jangan sampai masuk dalam kaplingan areal eksplorasi pertambangan. Dengan begitu penting kiranya kedepan dilakukan pertemuan dengan Dinas Pertambangan, untuk membicarakan lokasi mana saja yang akan dijadikan pertambangan, “ harapnya.

Melihat potensi besar sektor pertanian dan perikanan, sudah seharusnya jika Pemda setempat bertidak cepat untuk mengakomodir kebutuhan petani dan nelayan, serta jauh memikirkan rencana kedepan jika sewaktu-waktu ancaman pertambangan nikel, yang antara lain berada di Kecamatan Kolono, Torobulu, dan Laonti tidak berdampak pada produksi dan produktifitas kedua sektor unggulan Konsel tersebut. Jangan sampai demikian memperoleh keuntungan sesaat, sektor perikanan dan pertanian di korabankan.

Advertisements

One Response

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: