Mikoriza dan Revegetasi Lahan pasca Tambang

Kendari Pos, Opini 2010-02-06/ Halaman 4

Oleh : Husna Faad dan Faisal danu Tuheteru

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi sumberdaya mineral dan gas terbesar di dunia.  Sebut saja, tambang batu bara di wilayah Sumatera dan Kalimantan, tembaga dan emas di Nusa Tenggara dan Papua, nikel di hampir seluruh wilayah Sulawesi.  Hampir sebagian sumberdaya ini ditemukan diperut bumi dan berada di bawah ekosistem hutan tropis.  Sumber daya ini terus di eksplorasi dan dieksploitasi karena secara ekonomi menguntungkan.  Fakta eksploitasi dan eksplorasi tersebut juga terjadi di Provinsi sulawesi Tenggara dengan hadirnya investor-investor pertambangan.

Kegiatan penambangan di Indonesia dan Sulawesi Tenggara umumnya dilakukan dengan menerapkan teknik penambangan terbuka (open pit mining) yang didahului dengan pembukaan lahan (Land clearing), pengikisan lapisan tanah atas, pengerukan dan penimbunan.  Aktifitas ini dapat menimbulkan dampak negatif terhadap fungsi hutan.  Dampak yang ditimbulkan terhadap fungsi hutan adalah menghancurkan ekosistem hutan (termasuk penghilangan vegetasi), meningkatkan laju erosi, aliran permukaan (run-off), sedimentasi dan rusaknya wilayah penangkapan air (Watershed areas) serta terganggunya tingkat stabilitas lahan dan berubahnya ikllim mikro.

Selain kondisi tersebut, aktivitas penambangan umumnya meninggalkan lahan pasca tambang yang miskin hara, nilai pH yang rendah, bersifat toxit karena kandungan logam berat, kapasitas menahan air rendah, kandungan bahan organiknya yang rendahdan kondisi lahan yang tidak stabil.  Sifat-sifat tersebut dapat menjadi pembatas untuk keberhasilan program revegetasi kaitannya dengan pertumbuhan tanaman.  Keberadaan logam berat dapat menyebabkan toksitas terhadap tanaman melalui perubahan struktur protein yang disebabkan oleh aktivitas enzim atau menggantikan posisi dan peran unsur hara esensial.  konsekuensinya adalah terjadinya penghambatan pertumbuhan tanaman dalam bentuk terjadinya klorosis, pertumbuhan terhambat, pembusukan akar, terganggunya proses foto sintesis, serta stagnan siklus hidup sel dan jaringan tanaman.

Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut, maka pemilihan jenis tanaman yang akan ditanam dalam program revegatasi harus memiliki persyaratan tumbuh yang baik (fast growing species), teknik silvikultur dikuasai, ketersediaan bahan tanaman (planting stock) dan bersimbiosis dengan mikroba tanah diantaranya fungi mikoriza dan rhizobium.  pemanfaatan mikroba tanah sebagai pupuk hayati dapat menjadi alternatif pupuk dalam mendukung upaya revegasi.

Fungi mikoriza adalah suatu bentuk hubungan simbiosis mutualisme antara fungi tertentu dan perakaran tumbuhan tingkat tinggi.  Simbiosis ini terjadi saling menguntungkan, fungi memperoleh karbohidrat dan unsur pertumbuhan lain (sekitar 10%) dari tanaman inang, sebaliknya fungi memberikan keuntungan pada tanaman inang, dengan cara membantu tanaman dalam menyerap unsur hara terutama unsur P dan air.  Fungi mikoriza digolongkan atas dua kelompok yakni ektomikoriza dan endomikoriza (selanjutnya disebut fungi mikoriza arbuskula, FMA).

Pada konteks lahan pasca tambang, fungi mikoriza dapat berperan dalam peningkatan pertumbuhan dan perkembangan tanaman walaupun dalam level logam berat yang tinggi.  Salah satu perannya adalah meredupkan kandungan logam berat.  Ada beberapa mekanisme FMA yang diduga berperan dalam mereduksi kandungan logam berat dengan cara : 1) menahan dan tidak meneruskannya kedalam tanaman sehingga konsentrasinya dalam tanaman tidak berlebihan.  konsentrasi logam berat yang tinggi dapat disimpan didalam struktur FMA yang ada di dalam akar tanaman (vakuola, coil maupun arbuskula) dan didalam sporanya.  2) kemampuan eksplorasi hifa eksternal yang luas dalam mengeksplorasi volume tanah sehingga dapat menyerap logam berat sebanyak-banyaknya, dengan demikian dapat mengurangi  jumlah logam berat yang ada didalam tanah.  3) Selain itu, glomalin (senyawa glycoprotein) yang diproduksi di dinding hifa eksternal FMA didalam tanah secara tidak langsung dapat mereduksi kadar potensial logam berat seperti Cd, Mn, Pb, dan Fe yang akan diserap oleh tanaman serta 4) logam berat dapat diakumulasi pada tubuh buah ektomikoriza.

Selain itu, FMA juga berperan dalam penyerapan unsur hara P yang tadinya tidak bisa diserap oleh tanaman karena diikat oleh Fe dan Al melalui bantuan enzim alkalin fosfat yang dihasilkan FMA.  Ketersedian P yang cukup dapat memperbaiki proses-proses metabolisme tanaman sehingga akan lebih mampu menghadapi kondisi cekaman lingkungan.  FMA juga dapat membantu bakteri rhizobium dalam penambatan nitrogen dari atmosfer serta penyerapan unsur hara makro dan mikro lainnya.  dengan demikian FMA dapat memperbaiki status nutrisi tanaman.

FMA juga membantu tanaman dalam ketersediaan air serta memperbaiki agregasi dan stabilitas tanah.  Serapan air oleh fungi mikoriza pada kondisi kekeringan air dapat terjadi melalui hifa FMA yang mampu menyerap air yang tidak bisa dijangkau oleh perakaran tanaman serta mampu menembus pori-pori mikro tanah dimana akar tanaman tidak mampu menembusnya.  Secara tidak langsung, keberadaan FMA pada akar tanaman dapat mempengaruhi kondisi agregat tanah yang pada gilirannya meningkatkan kemampuan tanah menahan air.  Beberapa laporan penelitian melaporkan bahwa fungi mikoriza dapat meningkatkan aktivitas hidraulik akar dan transport air dan unsur hara ke akar tanaman.

Secara umum peran FMA dalam agregasi tanah melalui hifa eksternal dan glomalin.  Hifa eksternal fungi mikoriza mampu mengikat butiran pasir yang kuat sehingga membentuk agregat. glomalin juga secara tidak langsung membantu pembentukkan dan stabilitasi agregat tanah.  Agregasi tanah yang stabil dapat memperbaiki struktur, kualitas dan kesuburan tanah.

Mengingat begitu pentingnya keberadaan fungi mikoriza dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan revegetasi, maka hampir semua perusahaan tambang di Indonesia memanfaatkan FMA dalam membekali bibit tanaman sebelum ditanam di lapangan.  Praktek FMA pada media dari lahan pasca tambang termasuk overbuden dan tailling telah banyak dilaksanakan.

Secara Umum Jenis-jenis FMA meningkatkan pertumbuhan dan biomassa serta survival rate tanaman pada berbagai tipe lahan pasca tambang.  Jenis-jenis yang responsive terhadap FMA diantaranya jenis-jenis dari famili Fabaceae (Leguminosae) seperti akasia, sengon,sengon buto, lamtoro dll.  Jenis-jenis lain bonu, pulai, casuariana, jati putih, dll.

Untuk menjamin penggunaan mikoriza secara rutin dalam pelaksanaan revetasi, maka ada beberapa tahapan tentang cara penggunaan inokulan FMA, diantaranya :

1) pemilihan jenis tanaman (uji coba persemaian dan lapangan),

2) Pemilihan isolat FMA yang telah teruji efektif di lahan-lahan pasca tambang.  Untuk meningkatkan kebnerhasilan aplikasi FMA pada program revegetasi lahan pasca tambang maka sebaiknya menggunakan  jenis-jenis FMA yang tumbuh dan hidup baik di wilayah konsensi pertambangan.  Untuk mendapatkan FMA pada wilayah konsensi penambangan maka perlu dilakukan eksplorasi FMA (pengambilan sampel tanah) pada vegetasi yang tumbuh wilayah tersebut, kemudian dilakukan pengamatan spora untuk identifikasi jenis dan selanjutnya diperbanyak.  Saat ini jurusan kehutanan Unhalu sedang mengeksplorasi dan memperbanyak fungi mikoriza dari beberapa perusahaan tambang di Sultra dan

3) perbanyakan inokulum yang digunakan dengan teknik baku dengan urutan penyiapan media, pemilihan inang, penularan starter inokulum FMA, pemupukan, pengeringan dan pemanenan FMA serta 4) penggunaan teknik inokulasi.  Idealnya aplikasi FMA dilakukan pada semai di persemaian.

Memperhatikan pentingnya fungi mikoriza, maka sangat potensial dikembangkan di perusahaan-perusahaan tambang yang ada di Sulawesi Tenggara.  Dengan begitu keberhasilan pertumbuhan dan produktivitas tanaman hasil revegetasi dijadikan sebagai salah satu penilaian keberhasilan perusahaan dalam memperbaiki kondisi ekologi dan lingkungan hidup secara makro.  Akhirnya keberadaan fungi mikoriza dapat mendukung pembangunan pertambangan yang berkelanjutan.

Penulis adalah Staf Pengajar Jurusan Kehutanan Unhalu

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: