Pelanggan PDAM Buton Terancam

Kendari Ekspres 2009-11-09/Halaman 8 Baubau Ekspres

Sumber Air Menjadi Kering

Baubau–Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Buton, dikuatirkan bakal mengalami kekeringan. Pasalnya, sumber air yang menjadi suplai kebutuhan PDAM yang melayani pelanggan di kota Baubau kini, mengalami kekeringan.

Pihak PDAM Buton melalui Direktur Utama, Toni Atmajaya, kepada wartawan,kemarin (5/11) mengungkapkan, pihaknya mengalami kesulitan suplai air tersebut sejak tiga minggu terakhir. Sumber air PDAM Buton selama ini berasal dari sumber Wambee-mbee di Air Jatuh, Sumber Wakonti, Sumber Koba Kaongke-ongkea dan Sumber di Bungi semua debernya berkurang drastis.

Dikatakan, debet air di Bungi selama ini mencapai 60 liter perdetik LPD), kini tinggal 17 LPD. Demikian di Wakonti dan Kaongke-ongkea dari 20 LPD tinggal limaLPD.. Sementara di air jatuh dari 20LPD tinggal 3 LPD.

“Antisipasi pihak kami sejak tahun lalu sudah ditemukan sumber air baru, namun terkendala karena adanya pelarangan dari pihak Pemerintah Kota Baubau bilamana PDAM Buton mengambil air dari sumber di wilayah kota Baubau.” Ujar Toni Atmajaya kepada para wartawan dari media cetak dan elektronik di daerah yang ikut melihat langsung sumber air di Bungi yang memang mengalami kekeringan.

Pihaknya juga tidak membantah saat ditanya wartawan atas kemungkinan kekeringan sumber-sumber air tersebut karena ekses adanya eksploitasi tambang nikel yang terjadi dikawasan resapan air yang merupakan sumber air Bungi, Air Jatuh, dan Wakonti. Sejak adanya eksplorasi tambang nikel di sorawolio, gangguan debet air di kawasan Sorawolio dan Bungi mengalami perubahan, karena kawasan eksplorasi masuk kawasan cekungan resapan air yang selama ini menjadi andalan PDAM Buton yang melayani masyarakat Kota Baubau sebelum Baubau menjadi daerah otonom.

Ditambahkan, Boster penampungan utama di Waruruma mengalami kesulitan suplai air. Kapasitas penampung 60 LPD tersebut kini tinggal mencapai 17 LPD “Itupun hanya pada malam hari, makanya boster jembatan tengah yang melayani kawasan permukiman penduduk di kecamatan Murhum dan Betoambari kinitidak dapat difungsikan lagi. Sudah tiga hari ini tidak jalan mesin karena airtidak ada.” Jelas Mantan Ketua Senat Mahasiswa Unidayan ini.

Advertisements

2 Responses

  1. Banyak pelanggan bilang, “Para karyawan PDAM Kabupaten Buton kurang tanggap pada laporan para pelanggan yang mengalami kesulitan memperoleh kucuran air dari kran PDAM”. Tapi pagi tadi, laporan saya ditanggapi serius oleh para karyawan PDAM, tak kurang sepuluh orang datang memeriksa instalasi PDAM di rumah saya. Dan hasilnya, tak lama kemudian airpun mengucur dari kran. Surprise PDAM Kabupaten Buton.

    • Menjelang pencalonan bupati oleh dua pimpinan PDAM Yaitu Sofyan Kaepa dan Sabarudin, tarif PDAM melonjak drastis, hal ini terjadi sejak juli 2013 sampai sekarang . ada dua modus pelanggaran yang dilakukan oleh pihak PDAM, yaitu pertama menaikan harga beban tetap dari Rp 8.000 mejadi Rp 12000 ini dilakukan sejak bulan Juli 2013 sampai sekarang dan kedua, menaikan biaya dasar dari 2950 rupiah menjadi 4960 rupiah ini terjadi sejak September 2013 sampai sekarang. Pelanggan PDAM banyak mengeluh, tapi pihak PDAM acuh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: