Coremap Gelar Pelatihan Pemantauan Kesehatan Ekosistem Terumbu Karang

Kendari Ekspres 2009-07-15/Baubau Ekspres: hal 9

Wakatobi–Coremap II Kabupaten Wakatobi menggelar pelatihan pemantauan kesehatan ekosistem terumbu karang yang diikuti oleh peserta dari Pulau Wanci, Tomia dan Binongko yang terbagi menjadi 2 tahap.

Tahap I berlangsung di pulau wanci yang dimulai pada 2-5 Juli 2009 lalu mengikut sertakan 19 peserta yang berasal dari desa-desa lokasi implementasi program Coremap II di pulau Wanci dan Kaledupa. Sedangkan tahap II akan digelar di pulau Tomia yang mengikutsertakan peserta yang berasal dari pulau Binongko, Kaledupa Selatan, dan Tomia.

Demikian dikatakan salah satu staf Coremap II Wakatobi, Rudi melalui email yang dikirimkan kepada wartawan koran ini, kemarin.

Menurut Rudi, pembagian ini dimaksudkan agar peserta dapat lebih mudah mengakses lokasi pelatihan sehingga diharapkan tingkat kehadiran peserta dapat lebih dioptimalkan. Dimana pada tahap pertama telah berlangsung pada tanggal 2 – 5 juli 2009 yang lalu di pulau Wanci.

Pelaksanaan pelatihan ini ungkap Rudi, merupakan bagian dari program Coremap II kabupaten Wakatobi dan bertujuan agar masyarakat yang berpartisipasi sebagai peserta dapat meningkatkan keterampilan dan pemahamannya mengenai upaya-upaya pelestarian ekosistem terumbu karang yang berbasis masyarakat.

“Para peserta merupakan kader-kader program coremap yang diharapkan dapat menyebarluaskan pemahaman dan keterampilan yang diperoleh kepada masyarakat lainnya,”ungkapnya.

Ditambahkan, pelatihan ini terbagi kedalam 2 tahapan yakni teoritik dan praktek. Beberapa materi yang disajikan oleh pemateri berisi teori/ilmu pengetahuan mengenai terumbu karang yakni pengenalan terumbu karang, bioekologi terumbu karang, dan kerusakan terumbu karang.

Teori ini berperan untuk memberikan suplemen pengetahuan kepada peserta mengenai substansi terumbu karang bagi manusia dan faktor-faktor yang menyebabkan kerusakannya.

Kemudian, tahapan selanjutnya adalah penyajian materi praktek. Pendekatan yang dilakukan adalah metode praktek aplikatif mengenai metode/cara melakukan pengukuran kualitas terumbu karang.

Praktek dimulai dengan praktek pengenalan teknik renang dan teknik penyelaman laut. Setelah peserta dianggap telah mengenal dan menguasai dasar teknik menyelam, pelatihan kemudian dilanjutkan dengan materi praktek pengukuran data terumbu karang dengan metode Point Intersept Transek (PIT).

Melalui metode ini kondisi terumbu karang dapat dikategorisasi kualitasnya apakah masih tergolong bagus ataukah telah mengalami kerusakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: