Pemerintah Siapkan Langkah Hukum untuk Laut Timor

Kompas, Lingkungan & Kesehatan 2010-07-15 / Halaman 13

Pemerintah memutuskan pembentukan Tim Advokasi Laut Timor. Keputusan yang diambil dalam Rapat Tim Nasional Penanggulangan Pencemaran Laut Timor, Rabu (14/7), merupakan langkah maju pemerintah untuk mempersiapkan langkah hukum terhadap pencemaran kilang minyak di lautan tersebut.

”Harus dibentuk tim tersendiri, yang mempersiapkan langkah hukum sesuai Undang-Undang Lingkungan Hidup,” kata Ketua Tim Nasional Penanggulangan Pencemaran Laut Timor Freddy Numberi, yang juga Menteri Perhubungan, Rabu di Jakarta.

Dalam Rapat Koordinasi Tim Nasional Penanggulangan Pencemaran Laut Timor itu hadir Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta, Wakil Menteri Luar Negeri, serta Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkirakan potensi kerugian pencemaran Laut Timor Rp 2,5 triliun-Rp 3 triliun karena tumpahan minyak akibat ledakan sumur minyak Montara, Australia.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya telah menyampaikan perkiraan kerugian itu kepada Menteri Koordinator Perekonomian dan kementerian terkait melalui surat tertanggal 1 April 2010.

Berdasarkan data sementara pemerintah, kerugian langsung Rp 42 miliar, potensi kerugian Rp 247 miliar, dengan menimbang hancurnya budidaya rumput laut, ikan, dan terumbu karang.

”Angka itu harus dihitung lebih rinci agar persiapan langkah hukum kita sangat matang,” kata Freddy Numberi. Ia menegaskan, penghitungan ulang harus melibatkan pemerintah daerah dan lembaga swadaya masyarakat.

Juru bicara Kementerian Perhubungan, Bambang S Ervan, menekankan, langkah hukum yang diambil pemerintah saat ini masih dalam koridor penyelesaian di luar persidangan. ”Bila tidak ada keputusan, baru menggugat di persidangan,” ujarnya.

Badan Riset Kelautan dan Perikanan menghitung, luasan minyak yang mencemari Laut Timor 16.420 kilometer persegi. Australian Maritime Safety Authority mencatat, 400 barrel minyak tersembur tiap hari selama 75 hari sejak 21 Agustus lalu. Tak kurang 17.000 masyarakat pesisir di pulau di sekitar Laut Timor diduga kena dampaknya. (RYO)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: