BPDAS Sampara Prioritaskan 3 DAS

Media Sultra 2009-11-09/Halaman 6 Ibukota

Kendari– Periode 2010-2014 (pembangunan jangka menengah) 2010-2014 BPDAS Sampara Kendari memprioritaskan 3 DAS, masing-masing DAS Layangwanggu, DAS Konaweha dan Lasolo. Hal itu dikatakan Kasi Program DAS Propinsi BPDAS Sampara, Utep Syafruddin kepada Media Sultra pekan lalu.

“Kebijakan ini sesuai dengan PERMENHUT Nomor 32 tenatang Wilayah Pengelolaan DAS”, ujar Utep.

3 DAS yang menjadi proritas ini biaya pengelolaan yang diambil dari dana pusat dan untuk DAS yang lainnya akan dikelola oelh masyarakat masing kabupaten melalui dana bagi hasil dan DAK. “Kami harus commit, karena belum tentu dalam 5 tahun mendatang program 3 DAS ini semua akan berhasil”, Ujar Utep.

Sultra memiliki 18 DAS yang terdapat di kepuluan daratan. Khusus wilayah kepuluan yang rata-rata bersifat tendon air yang sangat tergantung pada hujan, terbukti pada musim kemarau seperti sekarang banyak yang kering. Sama hal  yang dengan DAS yang berada di daratan walaupun tidak bersifat tendon namun dengan keadaan vegetasi pada bagian hulu yang rusak membuat debit airnya menjadi menurun. Kerusakan pada bagian hulu paling banyak disebabkan oleh pembalakan liar, okupasi lahan oleh masyarakat dn konversi hutan untuk berbagai kepentingan.

Lebih lanjut Utep menjelaskan arah 3 DAS meliputi rehabilitasi hutan kawasan konservasi di Taman Nasional, Cagar Alam, Suaka Margawasatwa, Kawasan Lindung yang karena keadaan topografinya peka terhadap erosi dan berfungsi sebagai daerah penyangga.

Rehabilitasi sumber mata air dengan prioritas daerah yang dulunya terdapat sumber mata air sepanjang tahun tapi karena kondisi catchman area rusak akhirnya tidak bisa berfungsi sebagaimna mestinya.

Kemudian mengembangkan hutan kemasyarakatan seperti memberikan pembinaan pada masyarakat dalam konteks pengelolaan DAS. Memberikan kegiatan bersifat pengembangan aneka usaha hasil hutan bukan kayu seperti rotan, bamboo, ataupun madu, rencana pengolahan hutan, dan lahan kabupaten dan memberikan fasilitasi kepada masyarakat yang bersifat stimulan dalam kerangka pengelolaan DAS (seperti memfasilitasi forum DAS Konaweha).

“Diharapkan masyarakat jadi mandiri dan bertanggung jawab dalam mengelola air serta lingkungan”, tandasnya.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: