Media Indonesia 2009-07-15/News Up Date
Dumai: Masyarakat Kota Dumai, Riau, dalam beberapa hari terakhir ini terpaksa menghirup udara kotor asap bercampur abu dari sisa pembakaran hutan dan lahan yang terjadi di daerah itu.
“Selama dua bulan lebih kami menghirup udara berkabut asap tapi dalam beberapa hari terakhir abu yang berterbangan juga terpaksa kami hirup,” ujar Syahrul Ramadhan (40) seorang warga yang bermukim di Jalan Takari, Dumai, Rabu (15/7).
Dalam beberapa hari ini udara Dumai dipenuhi abu yang memutih bercampur dengan asap dan kabut. Sebaran abu di udara itu tampak jelas saat pagi dan siang. Bahkan, abu tersebut tampak jelas lengket pada tanaman dan atap rumah.
“Bukan saja asap dari lahan yang terbakar kami hirup tapi juga abunya. Beberapa hari yang lalu serasah dari kayu yang terbakar melayang-layang di udara bercampur asap dan kini abunya pula,” ujar Syahrul.
Ia yang sehari-harinya bekerja sebagai montir motor di bengkelnya yang juga berada di Jalan Takari, mengakui cuaca buruk tersebut amat menyiksanya selain udara jadi pengap juga menyesakkan pernapasannya.
“Walau tadi malam turun hujan, tapi tidak mempan mengusir asap dan abu. Cuaca pun jadi pengap,” katanya.
Filed under: Nasional












