Kendari Pos 2009-07-15/Bumi Anoa: hal 5
Meski tak Punya Pengelolahan Limbah Nikel
Kolaka– Keterbatasan waktu dan pengelolaan limbah nikel yang masih bersistem manual jadi alasan manajemen PT Ronggolawe Perkasa ( PT RP) hingga tak mampu memenuhi target pemasukan seperti kesepakatan awal dengan Pemkab Kolaka.
Hal ini diungkapkan Anggota Tim Pansus PAD, Hasdin Aldjudawi yang baru saja melakukan pemantauan lapangan di lokasi PT Antam, akhir pekan lalu.
Ditemui sebelum mengikuti rapat paripurna penetapan Paperda di dewan kemarin, menjelaskan pengelohan yang dilakukan secara manual sehingga tidak mampu menyelesaikan pekerjaan pada MOU pertama.
“PT RP tidak memiliki mesin pengelolah slag sehingga kurang maksimal”, jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut, tim mengecek 40 ribu ton slag BS dan keberadaan 13 ribu ton scrub.
Limbah ini merupakan hasil pengelohan nikel pabrik feni 1 dan 2 sejak tahun 1975.
Perjanjian kerjasama pengelolaan limbah PT Antam antara Pemkab Kolaka dan PT Ronggolawe Perkasa yang berakhir Juni diperpanjang kembali
Nota kerja kerja sama yang pertama dinilai kurang efektif memenuhi target yang ditetapkan sebesar 40 miliar. Sementara dana itu sudah dimasukkan dalam APBD 2009.
Filed under: Lokal











