Tambang Emas Di Bombana DiKosongkan

Kompas 2009-06-09/Hal 23 Nusantara

Sejumlah Penambang Bertahan Di Tanah Warisan

Kasipute, KOMPAS-Tambang emas di sepanjang desa Tahi ITe dan Langkowala di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, dikosongkan karena kerusakan lingkungan yang semakin parah. Terhitung tanggal 1-6 Juni, polisi, dan satuan polisi pamong praja berhasil mengusir sekitar 80.000 pendulang.

Dulang Bombana

Senin (8/6), lokasi tambang emas Bombana sub pemukiman (SP)-8, dan SP-9 di sekitar sungai Langkowala Desa Wumbubangka, Kecamatan Raowatu Utara, dan sepanjang sungai Tahi Ite Desa Rau-Rau Kecamatan Rarowatu, terlihat sepi karena sebagaian besar penambang yang mendiami lokasi tambang emas baik pendulang tradisional maupun menggunakan mesin pompa telah meninggalkan kawasan tersebut.

Yang tersisa hanya lubang galian yang menjadi kolam-kolam air keruh. Lubang galian rata-rata berukuran 4 X 4 meter persegi dengan kedalaman 2-4 meter. Selain itu, ada juga lubang tikus yaitu galian berukuran 1 meter dengan kedalaman mencapai 2 meter. Dasar lubang digali mendatar untuk mencari emas. Lubang-lubang hasil galian pendulang tersebar disepanjang tubuh dan bantaran sungai. Begitupula dengan perbukitan, digali untuk didulang emasnya.

Aktivitas penambangan dengan menggunakan alat berat masih ditemukan, PT Panca Logam Makmur merupakan salah pemegang izin KP masih beraktivitas di daerah  Wumbubangka. Untuk saat ini, Pemerintah Bombana telah mengeluarkan 16 izin KP, dan dua diantaranya memegang izin eksploitasi.

“Kami akan mengevaluasi dua perusahaan KP yang memegang izin eksploitasi. Mereka sebenarnya tidak boleh melakukan kegiatan eksploitasi karena mereka belum menyelesaikan permasalahan pertanahan, ungkap Kepala Bidang Mineral, Batubara, Panas Bumi, dan Air Tanah, Dinas Pertambangan Sulawesi Tenggara.

Para pedagang sudah membongkar warung tenda menyisakan deretan gubuk yang berkerangka bambu. Sebagian warung di SP-9 bahkan dibakar saat operasi pengosongan oleh polisi dan pamong praja. Sehingga para pedagang mengalihkan warung jualannya ke luar lokasi penambangan seperti di pasar SP-2.

Bertahan

Akan tetapi pasca penertiban, masih ada yang bertahan di lokasi “Saya mau bertahan disini. Saya kecewa karena rumah saya di bakar.Di larang ya di larang, tapi jangan main bakar begitu, ungkap Sutoyo (50), Kepala Hansip SP-9.

Dilokasi tambang SP-8 di tepi sungai Langkowala, ada sekitar 100 orang mengaku sebagai ahli waris lahan adat Bolo Alo yang juga masih bertahan. Mereka menjaga lahan tambang agar tidak diserobot kelompok lain yang saling klaim ahli waris lahan. 

“Kalau semua penambang di suruh keluar, kenapa perusahaan pemegang izin KP masin diizinkan beroperasi. Ini tidak adil, kami akan bertahan di sini menjaga lahan, ungkap Nasrin (32) ahli waris Bolo Aho.

Sementara itu, beberapa penambang di Sungai Tahi Ite juga masih bertahan. Mereka main kucing-kucingan dengan aparat kepolisian dan polisi pamong praja. Mereka bahkan mendirikan tenda di hutan yang berada diatas perbukitan  agar tidak ketahuan aparat keamanan. Para penambang umumnya mendulang pada malam hari untuk menghindari razia. Ada pula yang mendulang pada siang hari karena dilindungi aparat keamanan.

John Pieter (25), penambang asal Mamuju Sulawesi Barat, mengaku penambang siang hari karena mendapat jaminan dari aparat keamanan. Ia mengaku akan berhenti mendulang setelah terkumpul biaya untuk pulang kampung ke Mamuju.(ANG)

About these ads

3 Responses

  1. orang cari Rizqi Halal Kok malah tidak boleh aneh negara ini……………

  2. kayaknya negara mau ambil andil dalam pengelolaan, dasar ikut garong

    • dasar pemerintah yg kaya tetap kaya yg miskin miskin terus tdk ada peduli giliran dpt kerja di paksa byar pajak ,mendulang emas itu halal,tpi dibilang merusak alam kalau perusahan besar ktnya tdk dasar keparakus smua,,mokombo mongga dowo pamarendando..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: